Matikan MCB sebelum mulai kerja listrik

Penyebab Kompor Gas Apinya Kecil dan Merah serta Cara Mengatasinya

Tingkat kesulitan: MudahGas & KomporOleh Tim Redaksi Panduan DIYDiperbarui

Dicek terhadap sumber resmi: Kementerian ESDM dan Pertamina (esdm.go.id, pertamina.com) Bukan tinjauan atau persetujuan Kementerian ESDM dan Pertamina. Belum ditinjau teknisi gas.

Ringkasan jawaban

Penyebab kompor gas apinya kecil dan merah biasanya lubang burner yang tersumbat kerak, burner yang terpasang miring, atau setelan angin (damper) yang belum pas. Kamu bisa membereskannya sendiri dalam sekitar 45 menit dengan sikat gigi bekas, kawat halus, air sabun, dan kain kering, setelah regulator dilepas dan kompor dingin. Kalau tercium bau gas, berhenti, buka pintu dan jendela, dan jangan menyalakan kompor atau listrik sampai baunya hilang.

Siap kerja

Tingkat kesulitan
Tingkat kesulitan: Mudah
Perkiraan waktu
45 menit
Perkiraan biaya bahan
Tanpa biaya bahan

Dasar perkiraan biaya bahan: Sabun cuci piring, air hangat, dan sikat gigi bekas umumnya sudah ada di rumah. Harga selang, klem, atau regulator pengganti tidak dihitung karena belum ada sumber harga terverifikasi; cek toko terdekat.

Burner kompor gas menyala dengan lidah api biru melingkar, dua lidah api di bagian belakang berwarna merah oranye
Sebagian besar lidah api sudah biru. Menurut FAQ Rinnai, api merah biasanya muncul karena tungku tertutup debu atau ruangan lembap. Foto dipotong dari aslinya. Foto: BogTar201213 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Alat dan bahan

0 dari 10 siap

Alat

Bahan

Buka checklist versi cetakBandingkan biaya sendiri vs jasa

Panduan ini berisi informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan langsung. Ikuti buku manual produsen barangmu, dan baca penafian sebelum mulai.

Penyebab kompor gas apinya kecil dan berwarna merah hampir selalu soal campuran gas dan udara yang tidak pas di burner. Penyebab yang umum: lubang api tersumbat kerak minyak, kepala burner terpasang miring, setelan angin (damper) belum sesuai, atau aliran gas terhambat oleh selang yang terlipat. Semuanya bisa kamu cek sendiri tanpa membongkar katup, asal regulator dilepas dulu dan tidak ada bau gas.

Panduan ini bagian dari pilar Gas & Kompor. Aturannya sederhana: bersihkan dan setel yang ada di atas permukaan kompor, lalu serahkan ke teknisi semua yang ada di dalam bodi kompor.

Arti warna api kompor gas

Warna api adalah alat diagnosis paling murah yang kamu punya. FAQ Rinnai Indonesia menjelaskan arti tiap warna seperti ini:

Warna apiArtinya menurut RinnaiYang perlu kamu lakukan
BiruPembakaran bagus dan aman digunakanTidak perlu tindakan
KuningPembakaran kurang sempurna karena kurang oksigen dan tungku kotorBersihkan burner, perbaiki sirkulasi udara dapur
MerahBiasanya ada tungku yang tertutup debu atau ruangan lembapBersihkan burner, keringkan, cek ventilasi
HijauAda bahan kimia yang ikut terbakar, misalnya cuka atau cairan pembersihBilas burner dengan air bersih, keringkan

Ada satu nuansa yang jarang dibahas. Ujung api yang sedikit kekuningan tidak selalu berarti rusak. Di lembar instruksi konversi gas propana dari GE Appliances, bagian penyetelan burner oven menyebut ujung kuning di kerucut luar api masih normal untuk gas propana (LP), sedangkan api yang seluruhnya kuning perlu disetel lagi. Itu petunjuk untuk burner oven kompor-oven buatan Amerika, jadi anggap sebagai gambaran umum, bukan patokan pasti untuk kompormu. Yang jelas perlu kamu waspadai adalah api yang seluruh lidahnya kuning, merah, atau lemas.

Penyebab kompor gas apinya kecil dan merah

Sebelum membaca satu per satu, cocokkan dulu gejalanya dengan tabel ringkas ini. Kolom penyebab diambil dari tabel "Petunjuk Cara Mengatasi Gangguan" di buku petunjuk Rinnai RI-522A, sedangkan kolom terakhir menunjukkan siapa yang sebaiknya mengerjakan.

GejalaKemungkinan penyebabBisa dikerjakan sendiri?
Api tidak menyalaRegulator atau kran gas tertutup, udara masih tersisa di pipa, selang terlipat atau tergencet, elektroda kotorYa, lihat langkah 5, 8, dan 9
Nyala api tidak normal (kecil, kuning, merah)Pengaturan udara belum sesuai, burner tidak terpasang dengan baik, lubang api tertutupYa, lihat langkah 4, 7, dan 10
Ada bau gasSelang retak atau berlubang, regulator bocor, sambungan selang bocorGanti selang atau regulator; kalau bau tetap ada, panggil teknisi
Gangguan tetap ada setelah semua dicekKompor rusakTidak, bawa ke layanan purna jual

Tabel gangguan di buku petunjuk kompor gas Rinnai RI-522A mencantumkan empat penyebab "nyala api tidak normal": pengaturan udara belum sesuai, burner tidak terpasang dengan baik, saluran keluar api tertutup, dan kompor rusak. Tiga yang pertama bisa kamu cek sendiri dan dibahas di bawah, sedangkan kompor rusak adalah urusan teknisi. Tiga penyebab lain (ruangan lembap, aliran gas terhambat, dan kompor yang tidak mau hidup) berasal dari FAQ Rinnai Indonesia, artikel Rinnai tentang pemantik kompor tanam, dan baris "api tidak menyala" di buku petunjuk yang sama.

Lubang burner tersumbat kerak dan minyak

Kuah yang meluap dan cipratan minyak masuk ke lubang api, lalu mengeras karena panas. Lubang yang tertutup sebagian membuat api di titik itu kecil, sementara gas yang tidak tercampur udara dengan baik menghasilkan lidah api kuning atau merah. Rinnai juga menyebut sumbatan dari kerak masakan atau minyak yang mengeras sebagai penyebab api sulit menyala meski pemantik memercik normal. Kabar baiknya, penyebab ini juga yang paling mudah dibereskan dengan sikat dan air sabun.

Kepala burner terpasang miring

Setelah dicuci, kepala burner sering dipasang asal-asalan. Buku petunjuk Rinnai menyebut pemasangan burner head yang tidak benar bisa membuat pembakaran tidak sempurna dan burner melengkung. Gejalanya khas: api tinggi di satu sisi dan kecil atau merah di sisi lain.

Setelan angin kompor gas belum pas

Kompor yang punya damper (pengatur udara) mencampur udara ke gas sebelum keluar dari lubang api. Kalau udaranya kurang, api cenderung kuning dan berjelaga. Rinnai meminta damper diputar ke atas atau ke bawah sampai nyala api terlihat biru. Jangan langsung memutar damper sebelum burner bersih, karena kamu bisa "mengoreksi" masalah yang sebenarnya ada di kotoran.

Ruangan pengap atau lembap

Kompor gas di rumah tidak punya cerobong pembuangan. Panduan keselamatan karbon monoksida Croydon Council menyebut kompor gas butuh aliran udara yang baik supaya terbakar dengan aman. Rinnai mengaitkan api kuning dengan sirkulasi udara ruangan yang tidak lancar, dan api merah dengan ruangan lembap. Dapur sempit yang jendelanya selalu tertutup bisa membuat api memburuk walaupun burner bersih.

Aliran gas terhambat: kompor gas tidak keluar gas

Kalau apinya kecil di semua tungku sekaligus, curigai jalur gasnya, bukan burnernya. Rinnai menyarankan memastikan regulator terpasang rapat, mengecek selang yang terlipat, dan mendengarkan suara aliran gas saat knob diputar. Bila tidak terdengar sama sekali, suplai gas bermasalah atau isi tabung sudah habis. Kalau gas tidak keluar dari tabung, Kementerian ESDM meminta katup (valve) tabung tidak dicolok-colok; tukarkan tabungnya ke penjual atau agen terdekat.

Kompor gas tidak mau hidup atau mati sebelah

Kompor gas tidak mau hidup biasanya berawal dari tiga hal: gas belum mengalir, elektroda pemantik kotor, atau lubang burner tertutup. Pada kompor tanam, baterai pemantik yang lemah juga sering jadi biang keladi. Kalau hanya satu tungku yang bermasalah (kompor gas mati sebelah), gas dari tabung jelas sudah sampai ke kompor, jadi fokuskan pemeriksaan pada tungku yang mati itu.

Kenapa api merah tidak boleh dibiarkan

Banyak orang menganggap api merah cuma soal masakan yang lebih lama matang dan gas yang lebih boros. Masalahnya lebih serius dari itu. Lembar fakta karbon monoksida Pemerintah Jersey menjelaskan karbon monoksida dilepaskan saat alat gas tidak mendapat cukup oksigen untuk terbakar dengan benar, dan api kuning atau oranye yang lemas di kompor adalah salah satu tandanya. Gejala keracunannya antara lain sakit kepala, mual, pusing, dan sesak napas.

Lembar fakta yang sama juga menyebut noda jelaga gelap di sekitar alat gas sebagai tanda alat tidak bekerja dengan benar. Kalau kompor dan dasar panci cepat menghitam sementara apinya merah, jangan tunggu sampai bulan depan. Bersihkan hari ini dengan langkah di bawah.

Sebelum mulai, pastikan juga bahwa masalahnya memang api, bukan kebocoran. Menurut Ditjen Migas Kementerian ESDM, kebocoran gas umumnya disebabkan selang yang rusak atau getas dan regulator yang tidak terpasang dengan baik. Bunyi desis dan bau saat regulator dipasang adalah tanda untuk memeriksa lebih lanjut, bukan untuk menyalakan kompor.

Langkah pengerjaan

  1. Langkah 1 dari 11

    Matikan kompor dan lepas regulator dari tabung

    Putar semua knob ke posisi OFF, lalu lepas regulator dari katup tabung LPG. Biarkan kompor dingin sebelum disentuh; panduan perawatan kompor tanam di FAQ Rinnai juga meminta kompor ditunggu sampai dingin sebelum dibersihkan. Pindahkan panci dan barang yang mudah terbakar dari sekitar kompor.

    Cek hasil: Semua knob di OFF, regulator sudah terlepas dari tabung, dan permukaan kompor terasa dingin saat disentuh punggung tangan.

  2. Langkah 2 dari 11

    Pastikan tidak ada bau gas sebelum mulai

    Cium area kompor, selang, dan tabung, lalu dengarkan apakah ada desis. Kalau tercium bau khas LPG, jangan lanjut: buka pintu dan jendela, jangan menyalakan kompor, saklar listrik, kipas angin, atau korek api. Tunggu sampai baunya hilang, baru periksa regulator dan selang. Langkah darurat lengkapnya ada di Kotak Keselamatan dan halaman pilar Gas & Kompor.

    Cek hasil: Tidak ada bau gas dan tidak terdengar desis dari tabung, regulator, maupun selang.

  3. Langkah 3 dari 11

    Angkat pan support dan kepala burner

    Angkat dudukan panci (pan support), lalu angkat tutup dan kepala burner perlahan ke atas. Foto posisinya dengan ponsel sebelum dilepas supaya kamu tidak bingung saat memasang lagi, terutama pada burner bertingkat yang punya dua bagian.

    Cek hasil: Kepala burner terlepas utuh tanpa dipaksa, dan kamu punya foto posisi awalnya.

  4. Langkah 4 dari 11

    Bersihkan kepala burner dan lubang api

    Gosok kerak di kepala burner dengan sikat gigi bekas. Kalau kerak minyak sudah mengeras, rendam dulu dalam air hangat bersabun lalu gosok lagi. Tusuk lubang api yang tersumbat dengan kawat halus atau jarum, cukup untuk mendorong kotoran keluar. Jangan pakai alkohol, bensin, atau pembersih abrasif.

    Cek hasil: Saat kepala burner diarahkan ke cahaya, semua lubang api tampak terbuka dan tidak ada kerak hitam yang menutup tepinya.

  5. Langkah 5 dari 11

    Bersihkan elektroda pemantik dengan kain kering

    Elektroda adalah batang kecil di samping burner yang memercikkan api. Buku petunjuk Rinnai RI-522A menyebut kotoran di elektroda mempersulit penyalaan, jadi lap dengan kain kering sampai bersih. Jangan dikorek dengan benda tajam supaya insulasinya tidak retak.

    Cek hasil: Ujung elektroda bersih dari minyak dan sisa makanan, dan bagian insulasinya tidak retak.

  6. Langkah 6 dari 11

    Keringkan semua bagian sampai benar-benar kering

    Bilas burner yang tadi direndam, lalu lap dengan kain kering. Angin-anginkan sampai tidak ada air tertinggal di lubang api, karena panduan perawatan di FAQ Rinnai meminta lubang nyala api benar-benar kering setelah dibersihkan.

    Cek hasil: Tidak ada tetesan atau genangan air di dalam lubang api maupun di dudukan burner.

  7. Langkah 7 dari 11

    Pasang kembali kepala burner dengan posisi tepat

    Kembalikan kepala dan tutup burner sesuai foto tadi, lalu goyang pelan untuk memastikan tidak miring. Rinnai mengingatkan pemasangan burner head yang tidak benar bisa membuat pembakaran tidak sempurna dan burner melengkung.

    Cek hasil: Kepala burner duduk rata, tidak bergoyang, dan tutupnya menempel penuh di atasnya.

  8. Langkah 8 dari 11

    Periksa selang dan pasang regulator

    Telusuri selang dari regulator sampai kompor: tidak boleh terlipat, tergencet, retak, atau lewat di bawah kompor. Pastikan kedua ujungnya dijepit klem. Pasang regulator ke tabung, buka aliran gas, lalu oleskan air sabun di sambungan regulator, selang, dan kompor.

    Cek hasil: Air sabun di semua sambungan tidak membentuk gelembung dan tidak tercium bau gas.

  9. Langkah 9 dari 11

    Nyalakan kompor dan amati warna api

    Tekan dan putar knob sesuai buku petunjuk kompormu. Kalau api tidak langsung menyala, kembalikan knob ke OFF lalu ulangi. Tabel gangguan di buku petunjuk Rinnai menyebut udara yang masih tersisa di pipa sebagai salah satu penyebab api tidak menyala, dan cara mengatasinya adalah mengulang penyalaan sampai udara itu habis.

    Cek hasil: Api menyala di semua lubang burner, warnanya biru, dan tingginya merata di sekeliling burner.

  10. Langkah 10 dari 11

    Setel damper bila api masih kuning atau merah

    Kalau kompormu punya damper (pengatur udara), putar sedikit demi sedikit ke atas atau ke bawah sampai api terlihat biru, sesuai buku petunjuk. Bagian di sekitar burner panas, jadi putar dengan hati-hati: sebaiknya matikan api saat memutar, lalu nyalakan lagi untuk mengamati warnanya. Kalau api malah terangkat atau lepas dari burner, kembalikan setelan sedikit. Masih ragu soal penyebabnya? Coba asisten diagnosis.

    Cek hasil: Api biru, tidak bergoyang liar, dan tidak terangkat dari permukaan burner saat knob di posisi besar maupun kecil.

  11. Langkah 11 dari 11

    Uji tungku kedua dan bereskan area kerja

    Nyalakan tungku lain dengan cara yang sama untuk memastikan masalah kompor gas mati sebelah ikut beres. Matikan semua knob, kembalikan pan support, dan buang air rendaman. Bandingkan juga untung ruginya kalau masalah berulang lewat estimasi biaya sendiri vs jasa.

    Cek hasil: Kedua tungku menyala biru dan stabil, lalu padam bersih saat knob kembali ke OFF.

Setelan angin kompor gas: kapan perlu, kapan jangan

Damper hanya disentuh setelah burner bersih dan terpasang rata. Urutan ini penting karena api kuning akibat lubang tersumbat tidak akan beres dengan memutar damper; kamu hanya memindahkan masalah. Putar sedikit, nyalakan, amati, baru putar lagi.

Perhatikan juga tanda kebalikan. Untuk burner oven, instruksi konversi GE Appliances tadi meminta pengatur udara (air shutter) ditutup sedikit bila api tertiup menjauh atau bergoyang lepas dari burner. GE juga memperingatkan risiko luka bakar bila kamu mencoba mengukur kerucut api dari dekat. Api yang baik berwarna biru, menempel di burner, dan tingginya rata.

Kalau kompormu tidak punya damper, jangan mencari-cari bagian yang bisa diputar. Bersihkan burner, perbaiki ventilasi dapur, dan bila api tetap kuning, bawa ke layanan purna jual. Buku petunjuk Rinnai sendiri meminta kompor dibawa ke layanan purna jual tanpa mencoba memperbaiki sendiri bila gangguan tetap ada.

Membersihkan tungku kompor gas supaya api tetap biru

Membersihkan tungku kompor gas tidak butuh cairan khusus. Air hangat, sabun cuci piring, dan sikat gigi bekas sudah cukup. Hindari pembersih yang mengandung soda, basa, amonia, asam, atau klorida serta pembersih abrasif seperti bubuk dan krim, sesuai anjuran FAQ Rinnai untuk merawat permukaan kompor tanam. Untuk perawatan barang rumah tangga lain, kunjungi pilar Membersihkan & Merawat.

Selain burner, rawat juga jalur gasnya:

  • Periksa selang dan regulator setiap kali mengganti tabung. Ditjen Migas menyebut momen ganti tabung sebagai waktu paling mudah untuk pemeriksaan berkala.
  • Pakai kompor, selang, dan regulator yang memenuhi SNI, lalu jepit selang dengan klem di kedua ujung.
  • Jangan memakai satu selang untuk dua kompor, dan usahakan selang tidak melewati bagian bawah kompor (buku petunjuk Rinnai).
  • Beri ventilasi di bagian bawah dinding dapur. Kementerian ESDM menjelaskan LPG lebih berat dari udara, sehingga gas yang bocor akan berada di bagian bawah.

Kalau kompormu masih bergaransi

Sebelum membongkar apa pun di luar burner, cek kartu garansinya. FAQ Rinnai menyebut klaim garansi bisa ditolak bila produk sudah pernah dibongkar atau diperbaiki bukan di service center resmi. Membersihkan kepala burner dan elektroda termasuk perawatan biasa di buku petunjuk, tetapi membuka bodi, katup, atau spuyer sebaiknya diserahkan ke service center. Bingung barang lain di dapur yang juga bermasalah? Lihat panduan di pilar Alat Rumah Tangga & Dapur.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah api kompor gas yang merah berbahaya?

Api merah atau kuning menandakan pembakaran tidak sempurna. Lembar fakta Pemerintah Jersey menyebut karbon monoksida dilepaskan saat alat gas tidak mendapat cukup oksigen, dan api kuning atau oranye yang lemas adalah salah satu tandanya. Jadi jangan dibiarkan berhari-hari: bersihkan burner, perbaiki sirkulasi udara dapur, dan setel damper. Kalau api tetap merah, hentikan pemakaian dan bawa ke teknisi.

Kenapa api kompor kecil padahal tabung gas baru diganti?

Periksa dulu regulator: pastikan terpasang rapat di katup tabung dan tidak longgar. Lalu cek selang, jangan sampai terlipat atau tergencet. Kalau api belum mau menyala sama sekali, kembalikan knob ke OFF lalu ulangi, karena udara yang tersisa di pipa bisa menghambat. Bila gas memang tidak keluar dari tabung, jangan mencolok-colok katupnya; tukarkan ke penjual atau agen.

Di mana letak setelan angin kompor gas?

Setelan angin kompor gas disebut damper atau pengatur udara. Tidak semua kompor punya, dan letaknya berbeda per model, jadi lihat gambar di buku petunjuk kompormu. Pada Rinnai RI-522A, damper diputar ke atas atau ke bawah sampai nyala api terlihat biru. Setel sedikit demi sedikit dan amati api setiap kali selesai memutar.

Kompor gas tidak mau hidup padahal pemantik berbunyi, kenapa?

Bunyi klik berarti pemantik bekerja, tetapi api butuh gas yang mengalir dan percikan yang mengenai gas. Cek apakah aliran gas terdengar saat knob diputar, apakah regulator terbuka penuh, dan apakah elektroda serta lubang burner bersih. Pada kompor tanam berbaterai, Rinnai menyarankan memasang ulang baterai dan menggantinya dengan yang baru bila percikan api tetap tidak muncul.

Kenapa kompor gas mati sebelah sementara tungku lain normal?

Kalau satu tungku normal, berarti gas dari tabung sampai ke kompor sudah mengalir. Penyebabnya biasanya ada di tungku yang mati itu sendiri: lubang api tersumbat, kepala burner terpasang miring, atau elektrodanya kotor. Bersihkan tungku tersebut dengan langkah di atas. Kalau tetap tidak menyala, katup atau saluran di dalam kompor perlu diperiksa teknisi.

Bolehkah membersihkan tungku kompor gas dengan cuka atau bensin?

Sebaiknya tidak. Buku petunjuk Rinnai melarang alkohol atau bensin untuk bagian stainless karena bisa merusak part, dan FAQ Rinnai tidak menyarankan pembersih asam, basa, atau abrasif. Rinnai juga menyebut api hijau muncul bila ada bahan kimia seperti cuka atau cairan pembersih yang ikut terbakar. Air hangat dan sabun cuci piring sudah cukup.

Seberapa sering tungku kompor gas perlu dibersihkan?

Tidak ada jadwal baku yang berlaku untuk semua kompor. Patokan praktisnya: bersihkan setiap kali kuah atau minyak tumpah ke burner, dan segera bersihkan begitu api mulai kekuningan, tidak merata, atau sulit menyala. Membersihkan lebih awal jauh lebih mudah daripada mengorek kerak yang sudah mengeras.

Sumber

  1. Petunjuk Pemakaian Kompor Gas Rinnai RI-522A PT Rinnai Indonesia. Diakses .
  2. FAQ Rinnai Indonesia (Kompor Gas, Kompor Tanam, Garansi) PT Rinnai Indonesia. Diakses .
  3. Cara Mengatasi Pemantik Kompor Gas Tanam Tidak Menyala PT Rinnai Indonesia. Diakses .
  4. Tips Menggunakan LPG yang Aman dan Benar Kementerian ESDM. Diakses .
  5. Hindari Kecelakaan Saat Memasak, Jangan Lupa Periksa Selang dan Regulator LPG Kementerian ESDM, Ditjen Migas. Diakses .
  6. Carbon monoxide: Get in the know (Gas Safety Week factsheet) Government of Jersey. Diakses .
  7. A guide to carbon monoxide safety Croydon Council. Diakses .
  8. Propane (LP) Conversion Instructions JGBS10 and related ranges GE Appliances. Diakses .

Disusun oleh

Tim Redaksi Panduan DIY

Tim redaksi Panduan DIY

Tim Redaksi Panduan DIY menyusun dan memperbarui panduan dengan rujukan seperti manual produsen, lembar data resmi, serta sumber keselamatan PLN dan ESDM. Semua sumber dicantumkan di bagian Sumber tiap panduan, dan panduan diperbarui bila ada koreksi dari pembaca.

Draf disusun dengan bantuan AI dari manual produsen dan sumber resmi yang dicantumkan, lalu dicek terhadap sumber itu. Langkahnya belum dipraktikkan langsung oleh tim.

Dicek terhadap sumber resmi: Kementerian ESDM dan Pertamina (esdm.go.id, pertamina.com) Bukan tinjauan atau persetujuan Kementerian ESDM dan Pertamina. Belum ditinjau teknisi gas.